Sabtu, 07 Juli 2012

Contoh Karya Tulis ilmiah


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Alam menyediakan bermacam-macam tumbuhan ataupun tanaman bagi manusia. Dan manusia dapat mengolah dan memanfaatkan segala macam tumbuhan yang disediakan oleh alam untuk kebutuhan dan keperluan mereka masing-masing. Namun banyak sekali orang-orang yang tidak tahu bahwa tumbuhan yang disediakan oleh alam memiliki manfaat yang sangat besar yang sering tidak dipedulikan oleh manusia.
            Salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat bagi manusia adalah teh. Teh merupakan tumbuhan yang biasa hidup di daerah dataran tinggi yang sejuk. Bagian yang paling banyak digunakan dari tanaman teh ini adalah daunnya. Daun teh yang sudah dipetik, biasanya dikeringkan dan diolah untuk dijadikan minuman. Teh sangat terkenal di jepang, karena dianggap memiliki banyak manfaat bagi mereka yang meminmnya. Bahkan dijepang ada upacara minum teh yang biasa dilakukan sebagai tradisi mereka. 
Teh ini memiliki banyak manfaat bagi manusia. Yang paling banyak kita ketahui adalah bahwa teh meiliki antioksidan yang sangat berperan dalam membunuh racun-racun yang ada didalam tubuh kita. Namun ternyata masih banyak manfaat-manfaat dari teh yang sangat berguna bagi manusia. Salah satu manfaat dari teh adalah dapat menenangkan stress.
            Seperti yang kita ketahui bahwa orang-orang pada zaman sekarang memiliki tingkat stress yang tinggi. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa fator:
1.    Banyak pikiran dan tugas yang ditanggung, namun tidak memiliki kemampuan untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Hal ini merpakan pemicu utama yang menyebabkan seseorang menjadi stress.
2.    Berada di tempat yang bising sehingga menimbulkan rasa yang tidak tentram dan menyebabkan seseorang menjadi stress karena rasa yang tidak nyaman tersebut.
3.    Berada pada keadaan yang tidak nyaman. Biasanya terjadi pada keadaan ketika kita sedang mengantre atau berada di kerumunan orang banyak.
4.    Mengalami tekanan mental yang cukup berat. Seperti kehilangan barang berharga atau kehilangan anggota keluarga.
5.   

1
 
Mendapat tekanan dari orang lain baik berupa ancaman ataupun perintah yang sangat berat untuk dilakukan.
Melihat begitu banyak faktor yang menyebabkan seseorang menjadi stress, maka kita perlu membuat suatu penyelesaian masalah, dimana penyelesaian masalah ini haruslah dapat dilakukan oleh setiap orang.
Teh merupakan alternatif utama yang dapat kita lakukan dalam mengurangi tingkat stress yang dialami oleh manusia. Karena teh merupakan tanaman yang mampu menghilangkan rasa stress dan teh ini dapat dibeli atau digunakan oleh setiap orang, karena harganya yang terjangkau dan jumlah produksinya yang banyak.
Berdasarkan latar belakang seperti dalam rangkaian uraian di atas, penulis merasa tertarik untuk mempelajari dan mengkaji lebih dalam serta mencoba menuangkannya dalam karya tulis ilmiah dengan judul Manfaat Teh Sebagai Penenang Stress”.

B.   Identifikasi dan Perumusan Masalah
1. Identifikasi Masalah
Dari beberapa permasalahan yang dikemukakan pada latar belakang di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan dalam karya tulis ilmiah ini adalah:
a.       Masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pembudidayaan teh.
b.      Masih rendahnya minat masyarakat dalam menkonsumsi teh.
c.       Masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat teh sebagai penenang stress.
 2. Rumusan Masalah
      Berdasarkan pokok permasalahan dalam identifikasi masalah tersebut di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam karya tulis ilmiah ini adalah:
a.       Bagaimana cara pembudidayaan teh?
b.      Bagaimana cara pemanfaatan teh sebagai penenang stress?

C.   Tujuan Penulisan
 Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah:
a.       Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai cara pembudidayaan teh yang baik.
b.      Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai manfaat teh sebagai penenang stress.


D. Kegunaan Penulisan
a.  Kegunaan Secara Ilmiah (Teoritis)
            Hasil karya tulis ini diharapkan dapat memmberikan sumbangan ilmu pengetahuan bagi khalayak luas mengenai cara pembudidayaan dan pemanfaatan stress sebagai penenang stress.
b.   Kegunaan Secara Praktis
            Secara praktis, karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat dalam:
1)      Pengembangan teknik budi daya teh.
2)      Mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengolah dan memanfaatkan teh sebagai obat alami dalam penenang stress.



BAB II
                                             KAJIAN PUTAKA     
TEH
1.      Sejarah Tanaman Teh
Tanaman teh termasuk genus Camellia yang memiliki sekitar 82 species, terutama tersebar di kawasan Asia Tenggara pada garis lintang 30° sebelah utara maupun selatan khatulistiwa. Selain tanaman teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) yang dikonsumsi sebagai minuman penyegar,
genus Cammelia ini juga mencakup banyak jenis tanaman hias Tanaman teh berasal dari wilayah perbatasan negaranegara China selatan (Yunan), Laos Barat Laut, Muangthai Utara, Burma Timur dan India Timur Laut, yang merupakan vegetasi hutan daerah peralihan tropis dan subtropis.
 Tanaman teh pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1684, berupa biji teh dari jepang yang dibawa oleh seorang Jerman bernama Andreas Cleyer, dan ditanam sebagai tanaman hias di Jakarta Pada tahun 1694,
seorang pendeta bernama F. Valentijn melaporkan melihat perdu teh muda berasal dari China tumbuh di Taman Istana Gubernur Jendral Champhuys di Jakarta. Pada tahun 1826 tanaman teh berhasil ditanam melengkapi Kebun Raya Bogor, dan pada tahun 1827 di Kebun Percobaan Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Berhasilnya penanaman percobaan skala besar di Wanayasa (Purwakarta) dan di Raung (Banyuwangi) membuka jalan bagi Jacobus Isidorus Loudewijk Levian Jacobson,
 seorang ahli teh, menaruh landasan bagi usaha perkebunan teh di Jawa. The dari Jawa tercatat pertama kali diterima di Amsterdam tahun 1835. Teh jenis Assam mulai masuk ke Indonesia (Jawa) dari Sri Lanka (Ceylon) pada tahun 1877, dan ditanam oleh R.E. Kerkhoven di kebun Gambung, Jawa Barat. Dengan masuknya teh Assam tersebut ke Indonesia, secara berangsur tanaman teh China diganti dengan teh Assam, dan sejak itu pula perkebunan teh di Indonesia berkembang semakin luas.Pada tahun 1910 mulai dibangun perkebunan teh di daerah Simalungun, Sumatera Utara

4
 
 

2.      Komponen Bioaktif Teh
Daun teh mengandung polifenol 30%, kafein 4%, gula dan getah 3%, asam amino 7%, mineral 4%, protein 16%, lemak 8%, klorofil dan pigmen 1.5%, pati 0.5%, serat kasar, lignin, dan lain-lain 22%. Kandungan zat kimia yang paling banyak dalam daun teh hijau adalah polifenol (katekin) sekitar 30%. Teh mengandung bermacam-macam zat bioaktif. Zat bioaktif dalam teh terutama merupakan golongan flavonoid. Flavonoid yang ditemukan pada teh terutama berupa flavanol dan flavonol. Selain flavonoid, teh juga mengandung asam amino bebas yang disebut sebagai L-theanin
Stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. Stres membuat tubuh untuk memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi untuk mempertahankan diri. Stres merupakan bagian dari kehidupan manusia. Stres yang ringan berguna dan dapat memacu seseorang untuk berpikir dan berusaha lebih berpikir dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menjawab tantangan hidup sehari-hari. Stres ringan bisa merangsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam kehidupan yang biasanya membosankan dan rutin. Tetapi stress yang terlalu banyak dan berkelanjutan, bila tidak ditanggulangi, akan berbahaya bagi kesehatan.

Gejala-gejala
a.       Menjadi mudah tersinggung dan marah terhadap teman, keluarga dan kolega.
b.      Bertindak secara agresif dan defensive
c.       Merasa selalu lelah
d.      Sukar konsentrasi atau menjadi pelupa.
e.       Palpitasi atau jantung berdebar-debar.
f.        Otot-otot tegang.
g.       Sakit kepala, perut dan diare.
h.       Komplikasi
i.         Tekanan darah tinggi dan serangan jantung.
j.        Sakit mental, hysteria.
k.      Gangguan makan seperti hilang nafsu makan atau terlalu banyak makan.
l.         Tidak bisa tidur (insomnia).
m.     Migren/kepala pusing.
n.       Sakit maag.
o.      Serangan asma yang tambah berat.
p.      Ruam kulit.

Penyebab
a)      Kejadian hidup sehari-hari baik gembira dan sedih seperti:
1)      Menikah/mempunyai anak.
2)      Mulai tempat kerja baru/pindah rumah/emigrasi.
3)      Kehilangan orang yang dicintai baik karena meninggal atau cerai.
4)      Masalah hubungan pribadi.
b)      Pelajaran sekolah maupun pekerjaan yang membutuhkan jadwal waktu yang ketat, dan atau bekerja dengan atasan yang keras dan kurang pengertian.
c)      Tidak sehat.
d)      Lingkungan seperti terlalu ramai, terlalu banyak orang atau terlalu panas dalam rumah atau tempat kerja.
e)      Masalah keuangan seperti hutang dan pengeluaran di luar kemampuan.
f)        Kurang percaya diri, pemalu
g)      Terlalu ambisi dan bercita-cita terlalu tinggi.
h)      Perasaan negatif seperti rasa bersalah dan tidak tahu cara pemecahannya,
i)        frustasi.
j)        Tidak dapat bergaul, kurang dukungan kawan.
k)      Membuat keputusan masalah yang bisa merubah jalan hidupnya atau dipaksa untuk merubah nilai-nilai/prinsip hidup pribadi. Yang dapat anda lakukan








Dedaunan Camellia sinensis3.  Varietas Teh
Kerajaan           : Plantae
Divisi                : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Ordo                 : Ericales
Famili               : Theaceae
Genus               : Camellia
Spesies             : C. sinensis                  



Gambar 2.1
Teh Hijau
Di bawah ini merupakan keterangan sejumlah jenis teh yang umum / khusus. Daftar ini hanya sejumlah pilihan. Sebagai tambahan terhadap daftar di bawah ini, masih banyak varietas teh lokal dari berbagai negara yang bias ditemukan.
Bancha
bancha
 






Gambar 2.2
Teh Bancha
Bancha adalah teh tradisional dari Jepang. Dihasilkan selama produksi Sencha (lihat di bawah) dan daunnya lebih kasar, rendah kafein serta tinggi zat tannin.

Bunga Kwai
Teh Cina ini diberi nama Bunga Kwai yang berasal dari kumpulan bunga Osmanthus. Tumbuhan ini juga berasal dari Cina, merupakan tanaman beraroma manis dengan cita rasa yang kuat. Di Cina tanaman ini juga digunakam dalam pembuatan berbagai macam bahan makanan seperti gula dan minuman anggur..

chunmeeChun Mee







Gambar 2.3
Teh chun mee
Teh hijau berasal dari Cina dengan daun yang panjang dan menggulung.

Darjeeling
Pada awal abad ke-19. Kolonial Inggris secara sistematis memperkenalkan perkebunan teh yang luas di lereng Himalaya . Sinar matahari yang terik di pegunungan dan temperatur yang rendah di malam hari menyebabkan dedaunan pohon teh tumbuh lambat, menghasilkan teh dengan aroma istimewa dan lembut. Teh Darjeeling menduduki ranking terbaik dan paling mahal diantara jenis-jenis lain di dunia.

Dimbula
Teh yang tumbuh di kawasan Ceylon barat. Merupakan teh kelas satu yang berproduksi tinggi.

Dooars
Teh yang tumbuh di daerah India bagian utara, tepatnya di Assam bagian barat, aroma yang kuat mengingatkan pada teh Assam.

Dragon Pearl
Merupakan jenis yang sangat langka dan teh istimewa yang digulung menggunakan tangan, berdaun hijau dengan ujung perak (terkenal dengan nama Jarum Perak).
English Breakfast
englishb
 







Gambar 2.4
Teh English breakfast
Teh campuran dikarakterisasikan dengan rasa Inggris. Selalu didasarkan pada teh dari Assam dan Ceylon
genmaichaGenmaicha


  




Gambar 2.5
Teh genmaicha
Teh yang berasal dari Jepang dengan aroma beras coklat panggang dan popcorn . Merupakan minuman berwarna coklat muda beraroma sedap: sedikit asin, berasa biji-bijian dengan menyembunyikan rasa manis.

Green Monkey
Pegunungan Tai-Mu di daerah utara propinsi Fujian di Cina adalah asal dari teh istimewa ini, dimana dibuat secara hati-hati menggunakan tangan untuk memberikan kesegaran tersendiri, berkarakter lembut dan pucuk daun putih.

Green Mu Dan
Teh mawar hijau. 50 pucuk daun muda dijalin bersama pada teh mawar dengan menggunakan tangan. Mengembangkan bentuk utuhnya dengan baik dan beraroma sedap ketika diseduh dengan air panas.

Green Pekoe
Berasal dari propinsi Fujian di Cina : tipis, digulung dengan seksama, daun pucuk. Segar, beraroma sedap dan nyata, minuman berwarna hijau pucat.

Gu Zhang Mao Jian
Teh Cina berasal dari Pegunungan Wuyi sepanjang Sungai Quishui. Sedikit manis, berkarakter seperti kastanye. Dipanen selama 10 hari di musim semi dan sedikit difermentasi.

gunpowderGunpowder







                                               

Gambar 2.6
Teh gunpowder
Varietas teh hijau dengan daun keras dan bergulung dengan rapat. Daunnya digulung seperti bentuk bola dengan ukuran seragam menggunakan telapak tangan dan diatas panci perebus.



Gyokuro
Jenis khusus dari Jepang. Teh eksklusif yang terkenal sebagai “tetesan embun halus'' yang diteduhkan dengan tikar dari anyaman batang padi atau aluminium foil selama beberapa minggu sebelum dipanen untuk mengurangi kadar tannin dan meningkatkan kadar kafein.

Hazelbank
Dari kebun kecil namun menarik di wilayah Assam di India, memproduksi salah satu teh terbaik di dunia. Dinamakan demikian dari Hazel, anak perempuan dari pegawai sipil, Dr. Mead. Daun yang penuh, ukuran dan warna dari Hazelbank membuat teh ini menjadi favorit diantara pedagang.

Highgrown
Teh yang berwarna sangat pucat dengan aroma lembut tumbuh di daerah pegunungan di Ceylon .

Hui Ming
Teh Hui Ming namanya diambil dari nama Kuil Huiming di Jungnning, propinsi Zhejiang, Cina bagian selatan. Bertepatan dengan upacara pembukaan terusan Panama pada tahun 1915, digelar pameran internasional yang diselenggarakan di San Francisco untuk setiap negara yang terpilih atas produk terbaiknya. Teh Cina terpilih sebagai yang terbaik dan mendapatkan medali emas. Sejak itu dikenal secara luas sebagai Medali Emas Hui Ming.

Java
Jawa memproduksi teh yang berasa kuat, gelap, dan sedap kebanyakan berupa remahan (hancur) – selama musim kering. Berkualitas tinggi.


Keemun
keemun
 





                                                     
Gambar2.7
Teh keemun
Teh berdaun hitam klasik dari Cina dengan daun kecil, lembut dan beraroma manis. Kadar kafeinnya rendah dibandingkan teh hitam lainnya. Digunakan sebagai komponen dalam berbagai macam “Teh Rusia” karena kadar tanninnya yang rendah.

Kokicha
Teh khusus dari Jepang. Teh hijau, pertama-tama ditumbuk halus sebelum dipadatkan dengan proses khusus kemudian dipotong kecil memanjang. Lebih disukai segar dengan warna yang lembut, pucat. Versi lain dari kategori ini adalah “Teh Urat Kecil”. Daun yang hancur dicampur dengan potongan halus ranting pohon teh.




Lapsang Souchong
lapsang
 






Gambar 2.8
Teh Souchong
Teh hitam Cina klasik, dibumbui dengan aroma akar pohon cemara yang diasapi.

Lung Ching
Teh hijau dari Cina dengan daun panjang dan datar. Daunnya pertama-tama direntangkan dengan jari kemudian ditekan secara mendatar.

Matcha
Teh hijau bubuk dari Jepang, terutama digunakan dalam acara minum teh ala Jepang. Muscatel, Teh yang berasal dar wilayah Darjeeling, yang dipetik pada akhir musim semi.

Pai Mu Tan
Berarti “Peony Putih'', teh putih ini beraroma bunga dan lembut. Berasal dari pucuk daun (Jarum Perak) dan daun kedua dari bagian teratas, yang berwarna hijau jamrud, dan sedikit diuapi. Lihat juga Teh Putih.


Pettiagalla
Mempunyai cita rasa yang sangat lembut. Berdaun panjang dan liat, beraroma harum sangat kuat. Perkebunannya terletak di daerah dengan ketinggian 1.000 m di distrik Balangoda.

Pi Lo Chun
"Siput Hijau Musim Semi". Teh hijau berdaun liat yang memiliki bau wangi yang segar dan istimewa serta mempunyai rasa buah-buahan.
Pu Erh
puerh
 








Gambar 2.9
Teh Puerh
Pu Erh (Pou Nei) teh berasa kuat dengan daun yang berdaging, berasal dari propinsi Yunnan di Cina. Namanya didapat nama kota Pu Erh, dimana teh dijual melalui kota ini. Mempunyai aroma tanah yang sangat kuat, dan dapat merembes. Pu Erh diproduksi berdasarkan metode tradisional yang bernilai tinggi yang telah digunakan selama kurang lebih 2.000 tahun yang lalu di Cina.


Sencha
sencha
 









Gambar 2.10
Teh Sencha
Sencha mungkin merupakan jenis teh yang paling populer di Jepang dimana memiliki daun datar dan panjang. Sencha Jepang memiliki rasa segar dan sedikit manis, sedangkan Sencha Cina mengingatkan pada bau rumput kering segar dan beraroma kuat.

Silver Sprout
Silver sprout adalah teh berdaun seperti sabit merupakan minuman berwarna kuning kehijauan serta beraroma lembut dan sangat segar.

Snow Buds
Teh hijau dengan pucuk daun berwarna putih dan merupakan minuman berwarna madu “berkarakter Teh Putih” yang sedap, mempunyai rasa lembut dan licin. Lihat juga teh Putih.


Teh Melati
jasmine
 






Gambar 2.11
Teh Melati
Kemungkinan merupakan teh beraroma yang terbaik dari Teh Cina. Diberi wewangian secara eksklusif dengan bunga melati yang lembut, dimana aroma wangi bunga melati akan hilang setelah 20 jam pemetikan, dan karenanya harus segera ditambahkan ke dalam teh untuk memberikan aroma yang dikehendaki.

Teh Putih
Teh putih pada mulanya berasal dari daerah pegunungan di wilayah Fujian, Cina bagian selatan. Daun teh dengan lembut dan pelan diuapi di udara terbuka serta ditangani dengan hati-hati. Terbuat hanya dari bagian pucuk daun (Jarum Perak) dan daun kedua dari bagian teratas. Kadar tannin dan kafeinnya sangat rendah. Lihat juga Pai Mu Tan.

Young Hyson
Teh Cina berasal dari propinsi Zhejiang . Proses pembuatannya, daun yang tebal dan berwarna kuning-kehijauan digulung hingga berbentuk panjang dan tipis. Menghasilkan minuman hijau dan beraroma kuat.
Yunnan
yunnan
 





     
                                               

Gambar 2.12
Teh Yunanan

Yunnan dikatakan sebagai tempat lahirnya teh. Propinsi ini terletak di bagian tenggara Cina, dimana masih ditanam teh dengan rasa kuat, yang berdaun tebal dan pucuk daun keemasan. Sedikit ada kesamaan dengan teh dari asam.
tify� w.ehGl��n%'>3.4.4  Pengolahan Media Tanam
1.      Persiapan lahan
Karena lahan baru merupakan konversi dari hutan, semak atau lahan pertanian lain, maka perlu dilakukan survey dan pemetaan tanah yang datanya akan menunjang pembuatan peta kebun dan perlengkapannya, pembuatan fasilitas air dan juga jalan.
a.       Pembongkaran pohon dan tanggul pohon dibongkar sampai akarnya dengan menggunakan takel berkekuatan 3-5 ton, atau dimatikan dulu dengan arborisida sebelum dibongkar.
b.      Pembersihan lahan (babad) di musim   kemarau dilakukan setelah pembongkaran selesai, sampah dibuang ke tempat yang tidak ditanami teh dan jangan dibakar.
c.       Pembersihan     gulma   (nyasap) di musim   kemarau tanah diolah dengan cangkul sedalam 5-10 cm untuk membersihkan gulma.
d.      Pengolahan tanah
1)      Tanah dicangkul sedalam 60 cm sampai gembur dan biarkan 2-3 minggu.
2)      Olah kembali sedalam 40 cm.
3)      Lakukan pengukuran dan pematokan sehingga terbentuk petakan 20 x 20 m.
2.      Pembuatan jalan
Lebar jalan kebun cukup 1 meter.
3.      Pembuatan selokan drainase menurut kemiringan dan letak jalan kebun.

3.4.5    Pembukaan Lahan
Lahan yang digunakan terdiri atas lahan tempat tumbuh tanaman teh tua yang populasinya masih cukup banyak 30-50%.
1.      Pembongkaran pohon pelindung pohon dibongkar bersama akarnya.
2.      Pembongkaran tanaman teh tua untuk lahan yang landai dapat dilakukan dengan pencabutan dengan tekel, tetapi jika kemiringan > 30% perdu dimatikan dengan bahan kimia arborisida
3.      Sanitasi lahan untuk menghindari penyakit cendawan akar yang berasal dari tanaman tua dilakukan penanaman rumput Guatemala selama 2 tahun atau Fumigasi dengan metil bromil sebanyak 0,25 kg/10 m2 lahan. Tutup lahan dengan lembaran plastik dan alirkan fumigan, biarkan 2 minggu. Lahan dikeringanginkan 2 minggu.
4.      Pengolahan tanah untuk lahan yang perdu tehnya dicabut, lahan diolah dengan cara seperti 3.2.1., tetapi jika digunakan arborisda untuk mematikan perdu, tanah tidak perlu diolah cukup diratakan.

3.4.6   Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanam
Sebelum dibuat lubang tanam, lahan diajir sesuai dengan jarak tanam yang akan dipakai.
1.      Datar s/d 15%: jarak tanam 120 x 90 cm; jumlah 9.260 pohon; penanaman baris tunggal lurus
2.      15-30%: jarak tanam 120 x 75 cm; jumlah 11.110 pohon; penanaman baris tunggal lurus
3.      > 30%: jarak tanam 120 x 60 cm; jumlah 13.888 pohon; penanaman sesuai kontur
4.      Batas tertentu: jarak tanam 120 x 60 x 60 cm; jumlah 18.500 pohon; penanaman baris berganda

3.4.7   Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x40 cm untuk bibit asal stump biji dan 20 x20 x20 cm untuk bibit asal stek
1.      Cara Penanaman
a.       Masukkan pupuk dasar ke dalam lubang yaitu 11 gram urea, 5 gram TSP dan kg KCl.
b.      Jika pH tanah > 6, masukkan belerang murni 10-15 gram.
c.       Jika bibit berasal dari stump biji:
1)      Bibit berumur 2 tahun, panjang akar 30 cm, tinggi batang 20 cm.
2)      Stump ditanam tegak lurus, padatkan tanah di sekitar batang.
3)      Ratakan tanah, jangan sampai terjadi cekungan di sekitar batang.
2.      Jika bibit berasal dari stek:
a.       Sobek polibag bagian bawah dan bagian sisi.
b.      Tarik ujung polibag bawah ke bagian atas sehingga tanaman terbuka.
c.       Masukkan ke dalam lubang tanam, timbun dan padatkan tanah di sekeliling batang.
d.      Polybag ditarik hati-hati melalui tajuk tanaman.
e.       Ratakan tanah, jangan sampai terjadi cekungan di sekitar batang.
Tanaman pelindung sementara dan tetap sangat diperlukan jika teh ditanam di dataran rendah. Tanaman pelindung sementara adalah Crotalaria sp.dan Tephrosis sp. yang ditanam di antara 2 barisan tanaman teh. Penanaman dilakukan dengan biji setelah teh ditanam.
Tanaman pelindung tetap ditanam jika pelindung sementara sudah tidak bisa dipertahankan (2-3 tahun). Tanaman pelindung tetap ditanam 1 tahun sebelum teh ditanam berupa Albizia falcata, A. sumatrana, A. procera, A. chinensis, Leucaena glabrata, L. glauca, Erythrina subumbrans, Gliricida maculata, Acacia decurens.
3.      Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman mati diganti tanaman baru dengan bibit yang sama, penyulaman dimulai dua minggu setelah tanam sampai dua bulan menjelang kemarau. Bibit sulaman yang diperlukan pada tahun pertama adalah 10% dan tahun kedua 5%. Pada tahun ke tiga, tanaman teh mulai menghasilkan (Tanaman Menghasilkan/TM).
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pengolahan Dan Jenis Mutu Teh
Teh diperoleh dari pengolahan daun tanaman teh  (Camellia sinensis L) dari familia Theaceae. Tanaman ini diperkirakan berasal dari daerah pegunungan Himalaya dan daerah-daerah pegunungan yang berbatasan dengan Republik Rakyat Cina, India, dan Burma. Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah tropik dan subtropik dengan menuntut cukup sinar matahari dan hujan sepanjang tahun. Tanaman teh dapat tumbuh sampai sekitar 6-9 m tinggi. Di perkebunan-perkebunan tanaman teh dipertahankan hanya sampai sekitar 1 m tinggi dengan pemengkaan secara berkala. Ini dilakukan untuk memudahkan pemetikan daun dan agar diperoleh tunas-tunas dau teh yang cukup banyak.
Tanaman teh umumnya mulai dapat dipetik daunnya secara menerus setelah umur 5 tahun. Dengan pemeliharaan yang baik tanaman teh dapat memberi hasil daun teh yang cukup besar selama 40 tahun. Kebun-kebun teh karenanya perlu senantiasa memperoleh pemupukan secara teratur, bebas serangan hama penyakit tanaman, memperoleh pemangkasan secara baik, memperoleh curah hujan yang cukup. Kebun-kebun teh perlu diremajakan setelah tanaman tehnya berumur 40 tahun ke atas.
Tanaman teh dapat tumbuh subur di daerah-daerah dengan ketinggian 200-2.000 m di atas permukaan laut. Di daerah-daerah yang rendah umumnya tanaman teh kurang dapat memberi hasil yang cukup tinggi. Tanaman teh menghendaki tanah yang dalam dan mudah menyerap air. Tanaman tidak tahan terhadap kekeringan serta menuntut curah hujan minimum 1.200 mm yang merata sepanjang tahun.
19
 
Hasil teh diperoleh dari daun-daun pucuk tanaman teh yang dipetik sekali dengan selang 7 sampai 14 hari, tergantung dari keadaan tanaman di masing-masing daerah. Cara pemetikan daun selain mempengaruhi jumlah hasil teh, juga sangat menentukan mutu teh yang dihasilkannya. Dibedakan cara pemetikan halus (fine plucking) dan cara pewmetikan kasar (coarse plucking). Pemetikan daun hingga kini masih dilakukan oleh tenaga manusia, bahkan sebagian besar oleh tenaga-tenaga wanita. Untuk menghasilkan teh mutu baik perlu dilakukan pemetikan halus, yaitu: hanya memetik daun pucuk dan dua daun di bawahnya. Ada pula yang melakukan pemetikan medium, dengan juga memetik bagian halus dari daun ketiga di bawah daun pucuk. Pemetikan kasar sering pula dilakukan beberapa perkebunan (rakyat), yaitu: pemetikan daun pucuk dengan tiga atau lebih banyak daun di bawahnya, termasuk batangnya.
Perkebunan teh terpusat di dataran menengah dan tinggi di Pulau Jawa, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan. Pada tahun 1990 luas perkebunan teh di Indonesia 129.500 ha. Produksi teh pada tahun 1998 mencapai 136.109 ton. Klasifikasi botani tanaman teh adalah sebagai berikut:
Divisi                : Spermatopyta
Sub                  : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledonae
Keluarga          : Transtroemiaceae
Genus               : Camellia
Spesies : Camellia sinensis L.
Varietas utama adalah varietas China, Asam dan Cambodia. Klon anjuran Balai Penelitian Perkebunan Gambung tahun 1878-1988 adalah Seri Gambung: Gmb 1, Gmb 2, Gmb 3 dan Gmb 4. Varitas lain berasal dari Jepang yang ditanam di perkebunan rakyat seperti di Kebun Teh hijau Jepang di Garut.

3.2  Manfaat Tanaman
Daun teh adalah bahan pembuat minuman teh yang populer di seluruh penjuru dunia. Air teh yang kita minum mengandung kafein, teofilin, vitamin A, B, C, zat yang tidak larut dalam air seperti serat, protein dan pati serta zat yang larut di dalam air seperti gula, asam amino dan mineral. Jadi selain sebagai minuman, teh juga mempunyai nilai gizi. Disamping itu teh juga bisa dijadikan obat yaitu sebagai antidotum pada keracunan oleh logam-logam berat dan alkaloida.
Daun teh barbau khan aromatik , rasanya agak sepet . Mengenai uraian makroskopiknya yaitu sebagai berikut:
1.      Helai daun dapat dikatakan cukup tebal, kaku berbentuk sudip melebar sampai sudip memanjang, panjangnya tidak lebih dari 5 cm, bertangkai panjang
2.      Permukaan daun bagian atas mengkilat, pada daun muda permukaan bawahnya berambut sedang telah tua menjadi licin
3.      Tepi daun bergerigi, agak tergulung ke bawah, berkelenjar yang khas dan terbenam
Kandungan zat pada daunnya 1%-4% kofeine, 7%-15% tanin dan sedikit minyak atsiri. Dalam penggunaan sebagai obat antidotum pada keracunan oleh logam-logam berat dan alkaloida, petiklah kuncup daun berikut 2-3 helai dau dibawahnya, digulung dan difermentasikan untuk kemudian diberikan pada penderita.

3.3   Syarat Pertumbuhan
3.3.1  Iklim
a.       Curah hujan sebaiknya tidak kurang dari 2.000 mm/tahun.
b.      Tanaman memerlukan matahari yang cerah. Tanaman teh tidak tahan kekeringan.
c.       Suhu udara harian tanaman teh adalah 13-25 derajat C.
d.      Kelembaban udara kurang dari 70%.

3.3.2  Media Tanaman
1.      Jenis tanah yang cocok untuk teh adalah Andosol, Regosol dan Latosol. Namun teh juga dapat dibudidayakan di tanah Podsolik (Ultisol), Gley Humik, Litosol dan Aluvia. Teh menyukai tanah dengan lapisan atas yang tebal, struktur remah, berlempung sampai berdebu, gembur.
2.      Derajat keasaman tanah (pH) berkisar antara 4,5-6,0.
3.      Berdasarkan ketinggian tempat, kebun teh di Indonesia dibagi menjadi 2 daerh yaitu:(1) dataran rendah: sampai 800 m dpl; (2) dataran sedang: 800-1.200 m dpl; dan (3) dataran tinggi: lebih dari 1.200 meter dpl. Perbedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan pertumbuhan dan kualitas teh.

3.3.3 Ketinggian Tempat
Tergantung dari klon, teh dapat tumbuh di dataran rendah pada 100 m dpl sampai di ketinggian lebih dari 1.000 m dpl.

3.4   Pedoman Teknis Budidaya
3.4.1  Pembibitan
Tanaman diperbanyak dengan biji atau stek daun. Dari segi produksi, sebaiknya tanaman diperbanyak dengan stek daun.
a.       Persyaratan benih
Diambil dari kebun biji, berupa biji jatuhan, tidak terserang kepik biji dan besar. Biji disimpan di dalam kaleng yang ditutup rapat dengan kelembaban 35-38% dan segera disemaikan setelah dipungut.
1). Perkecambahan dalam badengan
-         Pasir setebal biji teh dihamparkan pada kotak papan 1 x 2 m.
-         Taburkan benih di atas hamparan pasir.
-         Hamparkan kembali pasir di atas benih.
-         Lakukan kembali langkah b dan c sampai didapat tumpukan pasir-benih sebanyak 3 tumpuk.
-         Tutup bagian atas tumpukan dengan karung goni basah.
-         Naungi bedengan dengan daun kering.
-         Setelah 1 minggu, biji yang retak atau berkecambah ditanamkan pada bedengan atau polibag.
2). Penanaman
-         Di Bedengan: tanah untuk persemaian di bedengan harus gembur dan subur, jarak tanam kecambah teh 15 x 20 cm atau 20 x 20 cm, kecambah dibenamkan, ditimbun tanah dengan ketebalam 0,5-1 cm (setebal benih) dan ditutupi dengan potongan daun guatemala, atau alang-alang. Bedengan dinaungi dengan naungan individu.
-         Di polibag dengan ukuran 12 x 25 cm dengan media dan cara penanaman yang sama. Setelah itu polibag berisi kecambah diletakkan di dalam bedengan yang dinaungi.
-         Pemeliharaan meliputi penyemprotan fungisida Dithane M-45 0,2% dan insektisida Demicron 0,2%. Penyiraman teratur agar tidak kekeringan, pemupukan 2-3 bulan setelah tanam dengan pupuk daun Bayfolan 15 cc/10 liter.
-         Bibit di polibag dipindahtanamkan pada umur 10-12 bulan, bibit di bedengan dipindahkan ke kebun pada umur 1 tahun (puteran) dan 2-3 tahun (stump).

3.4.2  Pembibitan Stek Daun
Stek ditanam di dalam polibag berisi media tanah. Polibag ini disusun di dalam bedengan yang terletak di dalam naungan pembibitan.
a.       Bahan tanaman
1.      Ranting stek diambil berumur 4-5 bulan setelah pangkas, mulai berkayu dan berwarna coklat. Posisi ranting stek (stekres) tegak lurus (vertikal).
2.      Stekres berasal dari induk yang ditanam di kebun induk (Multiplication plant, MP).
3.      Panjang tangkai stek 3-4 cm dipotong miring 45o ke arah luar dan memiliki 1 helai daun.
4.      Jumlah stek dari stekres antara 2-5 stek/stekres diambil dari batas pangkal ranting yang berwarna coklat sampai daun ke tiga dari peko (pucuk/tunas yang sedang tumbuh aktif).
5.      Stek direndam di dalam larutan Dithane M-45 15-25 gram/liter selama 1-2 menit.
b.      Media stek
1.      Struktur tanah gembur, sedikit berliat, pH 4,5-5,5, bebas nematoda dan sisa akar/tanaman.
2.      Diperlukan dua macam tanah: 2/3-3/4 bagian lapisan tanah atas (top soil) untuk mengisi bagian bawah polibag ukuran 12×25 cm; 1/4-1/3 bagian lapisan tanah bawah (sub soil) untuk mengisi bagian atas polibag. Sebelumnya tanah disaring dengan saringan 1-2 cm.
3.      Tanah difumigasi Dithane M-45 dengan dosis 300-400 gram/m3 tanah. Dithane dicampur merata pada tanah saat dimasukkan ke polibag.
4.      Jika pH tanah terlalu tinggi, keasaman ditingkatkan dengan tawa sebanyak 1/2-1 kg/m3 tanah bersama dengan pemberian Dithane M-45.
5.      Pemupukan dasar hanya diberikan pada tanah lapisan atas: SP-36 dan KCl masing-masing sebanyak 500 gram/m3 tanah.
a)      Setengah bagian bawah polibag 12 x 25 cm diberi 5-6 lubang dengan diameter 0,5-1 cm.
b)      2. 2/3-3/4 bagian lapisan tanah atas (top soil) mengisi bagian bawah polibag, 1/2-1/3 bagian lapisan tanah bawah (sub soil) mengisi bagian atas. Tanah dalam kondisi kering angin.
c)      Polibag disusun di dalam bedengan (1 m bedengan untuk 156-168 polibag).
d)      Satu hari sebelum tanam, bedengan disiram air.
e)      Buat lubang tanah 2-3 cm.
f)        Tanamkan stek di lubang tanam dengan posisi daun tegak, searah dan tidak saling tindih. Padatkan tanah di sekitar stek.
g)      Siram bedengan dan tutupi dengan selimut plastik, ujungnya ditimbun tanah sehingga membentuk parit.
h)      Pelihara 3 bulan dalam kelembaban 90%.

6.      Pengisian tanah ke polibag
7.      Penanaman stek
8.      Pembuatan naungan pembibitan Ukuran naungan pembibitan adalah 3 x 2,5 m atau 4,5-2,5 m dengan tinggi 2 m. Setengah bedengan terbuat dari bilik dan bagian atasnya ditutup jarang dengan wide. Pasang reng bambu di bagian atas bangunan ini dan tutup dengan rerumputan sehingga cahaya matahari yang masuk sekitar 25% pada 3-4 bulan pertama. Lebar bedengan 90-100 cm, tinggi 15 cm dan panjang sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan. Rangka sungkup terbuat plastik dengan tinggi lengkungan 60-70 cm.

3.4.3   Pemeliharaan Pembibitan
1.      Pengaturan intensitas matahari
2.      0-3 bulan: 25-30%, naungan tertutup seluruhnya.
3.      4-5 bulan: 30-40%, atap diperjarang.
4.      6-7 bulan: 50-75%, atap lebih diper jarang lagi.
5.      7-12 bulan: 90-100%, atap diperjarang.
6.      > 1 tahun: 90-100%, atap terbuka sampai dibuka
7.      Penyiraman dilakukan bila perlu.
a.       Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan dengan pupuk daun Bayfolan 15 cc/15 liter air atau larutan urea 10-20 gram/liter, 1-2 minggu sekali.
b.      Pengendalian hama penyakit: Menutup sungkup segera bila ada serangan, menyemprot Dihane M-45 atau Cobox pada dosis 0,1-0,2%.
c.       Seleksi bibit dilakukan pada umur 6 bulan.

3.4.4  Pengolahan Media Tanam
1.      Persiapan lahan
Karena lahan baru merupakan konversi dari hutan, semak atau lahan pertanian lain, maka perlu dilakukan survey dan pemetaan tanah yang datanya akan menunjang pembuatan peta kebun dan perlengkapannya, pembuatan fasilitas air dan juga jalan.
a.       Pembongkaran pohon dan tanggul pohon dibongkar sampai akarnya dengan menggunakan takel berkekuatan 3-5 ton, atau dimatikan dulu dengan arborisida sebelum dibongkar.
b.      Pembersihan lahan (babad) di musim   kemarau dilakukan setelah pembongkaran selesai, sampah dibuang ke tempat yang tidak ditanami teh dan jangan dibakar.
c.       Pembersihan     gulma   (nyasap) di musim   kemarau tanah diolah dengan cangkul sedalam 5-10 cm untuk membersihkan gulma.
d.      Pengolahan tanah
1)      Tanah dicangkul sedalam 60 cm sampai gembur dan biarkan 2-3 minggu.
2)      Olah kembali sedalam 40 cm.
3)      Lakukan pengukuran dan pematokan sehingga terbentuk petakan 20 x 20 m.
2.      Pembuatan jalan
Lebar jalan kebun cukup 1 meter.
3.      Pembuatan selokan drainase menurut kemiringan dan letak jalan kebun.

3.4.5    Pembukaan Lahan
Lahan yang digunakan terdiri atas lahan tempat tumbuh tanaman teh tua yang populasinya masih cukup banyak 30-50%.
1.      Pembongkaran pohon pelindung pohon dibongkar bersama akarnya.
2.      Pembongkaran tanaman teh tua untuk lahan yang landai dapat dilakukan dengan pencabutan dengan tekel, tetapi jika kemiringan > 30% perdu dimatikan dengan bahan kimia arborisida
3.      Sanitasi lahan untuk menghindari penyakit cendawan akar yang berasal dari tanaman tua dilakukan penanaman rumput Guatemala selama 2 tahun atau Fumigasi dengan metil bromil sebanyak 0,25 kg/10 m2 lahan. Tutup lahan dengan lembaran plastik dan alirkan fumigan, biarkan 2 minggu. Lahan dikeringanginkan 2 minggu.
4.      Pengolahan tanah untuk lahan yang perdu tehnya dicabut, lahan diolah dengan cara seperti 3.2.1., tetapi jika digunakan arborisda untuk mematikan perdu, tanah tidak perlu diolah cukup diratakan.

3.4.6   Teknik Penanaman
Penentuan Pola Tanam
Sebelum dibuat lubang tanam, lahan diajir sesuai dengan jarak tanam yang akan dipakai.
1.      Datar s/d 15%: jarak tanam 120 x 90 cm; jumlah 9.260 pohon; penanaman baris tunggal lurus
2.      15-30%: jarak tanam 120 x 75 cm; jumlah 11.110 pohon; penanaman baris tunggal lurus
3.      > 30%: jarak tanam 120 x 60 cm; jumlah 13.888 pohon; penanaman sesuai kontur
4.      Batas tertentu: jarak tanam 120 x 60 x 60 cm; jumlah 18.500 pohon; penanaman baris berganda

3.4.7   Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x40 cm untuk bibit asal stump biji dan 20 x20 x20 cm untuk bibit asal stek
1.      Cara Penanaman
a.       Masukkan pupuk dasar ke dalam lubang yaitu 11 gram urea, 5 gram TSP dan kg KCl.
b.      Jika pH tanah > 6, masukkan belerang murni 10-15 gram.
c.       Jika bibit berasal dari stump biji:
1)      Bibit berumur 2 tahun, panjang akar 30 cm, tinggi batang 20 cm.
2)      Stump ditanam tegak lurus, padatkan tanah di sekitar batang.
3)      Ratakan tanah, jangan sampai terjadi cekungan di sekitar batang.
2.      Jika bibit berasal dari stek:
a.       Sobek polibag bagian bawah dan bagian sisi.
b.      Tarik ujung polibag bawah ke bagian atas sehingga tanaman terbuka.
c.       Masukkan ke dalam lubang tanam, timbun dan padatkan tanah di sekeliling batang.
d.      Polybag ditarik hati-hati melalui tajuk tanaman.
e.       Ratakan tanah, jangan sampai terjadi cekungan di sekitar batang.
Tanaman pelindung sementara dan tetap sangat diperlukan jika teh ditanam di dataran rendah. Tanaman pelindung sementara adalah Crotalaria sp.dan Tephrosis sp. yang ditanam di antara 2 barisan tanaman teh. Penanaman dilakukan dengan biji setelah teh ditanam.
Tanaman pelindung tetap ditanam jika pelindung sementara sudah tidak bisa dipertahankan (2-3 tahun). Tanaman pelindung tetap ditanam 1 tahun sebelum teh ditanam berupa Albizia falcata, A. sumatrana, A. procera, A. chinensis, Leucaena glabrata, L. glauca, Erythrina subumbrans, Gliricida maculata, Acacia decurens.
3.      Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman mati diganti tanaman baru dengan bibit yang sama, penyulaman dimulai dua minggu setelah tanam sampai dua bulan menjelang kemarau. Bibit sulaman yang diperlukan pada tahun pertama adalah 10% dan tahun kedua 5%. Pada tahun ke tiga, tanaman teh mulai menghasilkan (Tanaman Menghasilkan/TM).

3.4.8  Hama
1.      Helopeltis antonii
Serangga dewasa seperti nyamuk, menyerang daun teh dan ranting muda. Bagian yang diserang berbercak coklat kehitaman dan mengering. Serangan pada ranting dapat menyebabkan kanker cabang. Pengendalian: pemetikan dengan daur petik 7 hari, pemupukan berimbang, sanitasi, mekanis, predator Hierodula dan Tenodera, Insektisida nthio 330 EC, Carbavin 85 WP, Mitac 200 EC.
2.      Ulat jengkal (Hyposidra talaca, Ectropis bhurmitra, Biston suppressaria)
         Ulat berwarna hitam atau coklat bergaris putih, menyerang daun muda, pucuk dan daun tua, serangan dapat di kebun atau persemaian. Daun yang diserang bergigi/berlubang. Pengendalian: membersihkan serasah dan gulma, pemupukan berimbang dan insektisida Lannate 35 WP, Lannate L.
3.      Ulat penggulung daun (Homona aoffearia)
Ulat berukuran 1-2,5 cm menyerang daun teh muda dan tua. Daun tergulung dan terlipat. Pengendalian: cara mekanis, melepas musuh hayati seperti Macrocentrus homonae, Elasmus homonae, insektisida Ripcord 5 EC.
4.      Ulat penggulung pucuk (Cydia leucostoma)
Ulat berukuran 2-3 cm berada di dalam gulungan pucuk teh. Pengendalian: cara mekanis, hayati dengan melepas musuh alami Apanteles dan insektisida Bayrusil 250 EC, Dicarbam 85 S, Sevin 85S.
5.      Ulat api (Setora nitens, Parasa lepida, Thosea)
Ulat berbulu menyerang daun muda dan tua, tanaman menjadi berlubang. Pengendalian: cara mekanis, hayati dengan melepas parasit dan insektisida Ripcord 5 EC dan Lannate L.
6.      Tungau    jingga   (Brevipalpus     phoenicis)
Berukuran 0,2 mm berwarna jingga, menyerang daun teh tua di bagian permukaan bawah. Terdapat bercak kecil pada pangkal daun, tungau membentuk koloni di pangkal daun, Lalu serangan menuju ujung daun, daun mengering dan rontok. Pengendalian: (1) cara mekanis, pengendalian gulma, pemupukan berimbang, predator Amblyseius, (2) insektisda Dicofan 460 EC, Gusadrin 150 WSC, Kelthane 200 EC, Omite 570 EC.

3.4.9  Penyakit
1.      Cacar teh
Penyebab: jamur Exobasidium vexans. Menyerang daun dan ranting muda. Gejala: bintik-bintik kecil tembus cahaya dengan diameter 0,25 mm, pada stadium lanjut pusat bercak menjadi coklat dan terlepas sehingga daun bolong. Pengendalian: mengurangi pohon pelindung, pemangkasan sejajar permukaan tanah, pemetikan dengan daur pendek (9 hari), penanaman klon tanah cacar PS 1, RB 1, Gmb1, Gmb 2, Gmb 3, Gmb 4, Gmb 5, fungisida.


2.      Busuk daun
Penyebab: jamur Cylindrocladum scoparium. Gejala: daun induk berbercak coklat dimulai dari ujung/ketiak daun, daun rontok, setek akan mati. Pengendalian: mencelupkan stek ke dalam fungisida. Jika persemaian terserang semprotkan benomyl 0,2%.
3.      Mati ujung pada bidang petik
Penyebab: jamurPestalotia tehae. Sering menyerang klon TRI 2024. Gejala: bekas petikan berbercak coklat dan meluas ke bawah dan mengering, pucuk baru tidak terbentuk. Pengendalian: pemupukan tepat waktu, pemetikan tidak terlalu berat, fungisida yang mengandung tembaga.
4.      Penyakit akar merah anggur
Di dataran rendah 900 meter dpl terutama tanah Latosol. Penularan melalui kontak akar. Penyebab: jamur Ganoderma pseudoferreum. Gejala: tanaman menguning, layu, mati. Pengendalian: membongkar dan membakar teh yang sakit, menggali selokan sedalam 60-100 cm di sekeliling tanaman sehat, fumigasi metil bromida atau Vapam.
5.       Penyakit akar merah bata
Penyebab: jamur Proria   hypolatertia. Di dataran tinggi 1.000-1.500 meter dpl. Ditularkan melalui kontak akar, Gejala: sama dengan penyakit akar merah anggur. Pengendalian: sama dengan penyakit akar merah anggur.
6.      Penyakit akar hitam
Penyebab: jamur Rosellinia arcuata di daerah 1.500 meter dpl dan R. bunodes di daerah 1.000 meter dpl. Gejala: daun layu, menguning, rontok dan tanaman mati, terdapat benang hitam di bagian akar, di permukaan kayu akar terdapat benang putih (R. arcuata) atau hitam (R. bunodes). Pengendalian: sama dengan penyakit akar umumnya.
7.      Jamur akar coklat jamur kanker belah, jamur leher akar, jamur busuk akar , jamur Akar hitam. Menyerang akar, pengendalian: sama dengan penyakit akar umumnya.



3.4.10  Gulma
1)      Pengendalian gulma di areal TBM:
a)      Cara mekanis, dengan mencabut gulma, memotong gulma di permukaan dan di bawah tanah.
b)      Cara kimia, menggunakan herbisida pra tumbuh Goal 2E (1-2 L/ha), Caragard 70 WP (2-3 kg/ha), Simazine (2-3 kg/ha), Sencor 70 WP (0,5-1,0 kg/ha).
c)      Pengendalian gulma di areal TM:
-         Melaksanakan kultur teknis dengan tepat, pemetikan rata agar tajuk menutup tanah, penyulaman intensif dan pemulsaan.
-         Cara mekanis. Cara kimia dengan herbisida pra tumbuh seperti Karmex 70 WP (1-1,5 kg/ha), Nitrox 70 WP (1-1,5 kg/ha), Caragard 80 WP (2-3 kg/ha) atau Goal 2E (1-2 L/ha).

3.4.11  Panen
Ciri dan Umur Panen
Pada tanaman teh, panen berarti memetik pucuk/daun teh muda yang berkualitas dalam jumlah sebesar-besarnya dengan memperhatikan kestabilan produksi dan kesehatan tanaman. Tanaman memasuki saat dipetik setelah berumur 3 tahun.   Daun    yang     dipetik  adalah:
1.      Peko: Pucuk/tunas yang sedang tumbuh aktif
2.      Burung: Pucuk/tunas yang sedang istirahat
3.      Kepel: Daun kecil yang terletak di ketiak daun tempat ranting tumbuh.
Cara Panen
Terdapat tiga macam petikan teh, yaitu:
1.      Petikan jendangan, petikan pertama setelah pangkasan untuk membentuk bidang petik agar datar dan rata.
2.      Petikan produksi, dilakukan setelah petikan jendangan:
a)      Semua tunas yang melewati bidang petik dan memenuhi rumus petik harus diambil, tunas yang melewati bidang petik tetapi belum memenuhi rumus petik dibiarkan.
b)      Tunas yang terlalu muda harus diambil.
c)      Semua pucuk burung diambil.
d)      Tunas cabang yang menyamping dan tingginya tidak lebih dari bidang pangkas dibiarkan.
e)      Petikan gandesan, dilakukan di kebun yang akan dipangkas dengan cara memetik semua pucuk tanpa melihat rumus petik.
3.4.12  Periode Panen
Panjang pendeknya periode pemetikan ditentukan oleh umur dan kecepatan pembentukan tunas, ketinggian tempat, iklim dan kesehatan tanaman. Pucuk teh dipetik dengan periode antar 6-12 hari. Teh hijau Jepang dipanen dengan frekuensi yang lebih lama yaitu 55 hari sekali.
Prakiraan Produksi
Produksi diharapkan mencapai 200 kg berat kering/ha/tahun.
Pascapanen
Waktu memetik teh, jangan menggenggam pucuk terlalu banyak. Pucuk hasil petikan ditempatkan di dalam keranjang 10 kg yang digendong di atas punggung. Waring (keranjang bambu) digunakan untuk menampung hasil petikan dengan ukuran minimal 150 x 160 cm dengan daya muat 20 kg (maksimal 25 kg). Tempatkan waring dalam keadaan terbuka dan tidak ditumpuk di tempat teduh (di los).

3.5    Analisis Ekonomi Budidaya Tanaman
3.5.1   Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya teh pada lahan datar s/d 15 derajat dengan penanaman baris tunggal lurus selama masa tanam 6 tahun dengan luas lahan 1 hektar di daerah Jawa Barat tahun 1999.

3.5.2   Gambaran Peluang Agribisnis
Teh adalah minuman yang diminati oleh hampir setiap bangsa di dunia. Industri perkebunan teh di Indonesia telah menghasilkan teh yang berkualitas ekspor. Untuk lebih meningkatkan nilai tambah produk pertanian strategis ini, sebaiknya industri teh didiversifikasi ke arah pembuatan produk teh.
Selama ini Indonesia hanya mengekpor teh saja, pengolahan teh untuk mendapatkan citarasa tertentu dan pengemasannya dilakukan di luar negeri. Dengan demikian, konsumen di luar negeri tidak mengetahui bahwa teh yang mereka minum ditanam di Indonsia, Pendirian industri pengemasan teh siap konsumsi merupakan alternatif yang menarik dalam agribisnis teh.

3.6.  Standar Produksi
3.6.1 Ruang Lingkup
Standar produksi ini: meliputi syarat mutu, pengambilan contoh, cara uji, penandaan.dan pengemasan.

3.6.2  Diskripsi
Teh adalah pucuk dan daun muda kering dari tanaman thea sinensis (L) sims yang telah diolah. Standar mutu teh di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3836-1995.

3.6.3 Klasifikasi dan Standar Mutu
a)      Air: maksimum 12%
b)      Abu: maksimum 7%
c)      Abu dapat larut dalam air: minimum 50% dari kadar abu
d)      Ekstrak dalam air: minimum 33%
e)      Theina: minimum 5%
f)        Logam-logam berbahaya (Pb, Cu, Hg) dan arsen: tidak nyata
g)      Bau, rasa, keadaan: normal

Adapun cara uji adalah:
1.      Kadar Air 5-10 gram contoh (yang telah digerus dan dihaluskan) ditimbang dalam sebuah botol timbang. Lalu keringkan pada 105 derajat C, didinginkan dan timbang hingga bobotnya tetap Kadar air = (pengurangan bobot bahan / berat gram contoh) x 100%
2.      Abu 5-10 gram contoh (yang telah digerus dan dihaluskan) ditimbang dan dicampurkan dengan air sampai menjadi bubur, tambahkan 1 ml asam sulfat pekat, kemudian panaskan sampai kelebihan asamnya hilang. Sesudah itu dipijar lalu didinginkan dan dibasahi lagi dengan 2-3 tetes asam sulfat pekat dan dipijarkan lagi. Selam dipijar tambahkan beberapa butir amonium karbonat untuk mempermudah pengabuan, dinginkan dan timbang hingga bobotnya tetap. Kadar abu=(bobot abu / berat gram contoh ) x 100%
3.      Abu dapat larut dengan air abu yang terdapat dalam kadar abu diatas ditambah dengan air dan dipanaskan diatas pemanas air, kemudian disaring dan dicuci dengan air panas 2-3 kali. Kertas saring (berikut endapannya) dipijarkan dalam cawan petri, lalu didinginkan dan ditimbang hingga bobotnya tetap. Kadar abu larut dalam air = (pengurangan bobot masal abu / berat gram contoh ) x 100%
4.      Kadar kotoran (pasir, tanah, dsb) 5-10 gram contoh (yang telah dihaluskan) diabukan seperti keterangan diatas tersebut, kemudian abu ditambah/dilarutkan dalam HCl encer (25%) dan dipanaskan kedalam penangas air. Setelah selesai disaring dan dicuci dengan air panas hingga tak bereaksi asam lagi, sisa saringan dipijar, dinginkan ditimbang hingga bobotnya tetap. Kadar abu=( bobot kotoran / berat gram contoh ) x 100%
5.      Kadar ekstrak (sari) Kertas saring bulat dikeringkan pada suhu 105 derajat C. Dinginkan dan timbang. Masukan 5 gram contoh kedalam piala 1 liter tambahkan 750 ml air didihkan selama 15 menit, saring dengan kertas saring lalu dinginkan dan ditimbang. Sisa dalam piala ditambahkan lagi dengan 750 ml air dan didihkan kemudian saring. Pekerjaan serupa diulangi sampai 4 kali. Pada saringan terakhir dikumpulkan, kemudian dikeringkan pada suhu 105°, didinginkan dan ditimbang hingga bobotnya tetap. Pengurangan bobot bahan asal dikurangi kadar air adalah kadar ekstrak (sari).
3.6.3   Pengambilan Contoh
Menurut persetujuan pembeli dan penjual, contoh itu mewakili suatu tanding (pertij). Jumlah tiap-tiap contoh sekurang-kurangnya 250 gram

Pengemasan Pasar internasional memerlukan dua macam teh yaitu:
a)      Teh hijau yang tidak difermentasi.
b)       Teh hitam yang difermentasi.
Kedua jenis teh tersebut diekspor dalam bentuk daun (leaf) atau serbuk teh (dust). Teh hijau dikemas dalam kemasan 3 kg baik untuk daun maupun serbuk teh.
BAB IV
PENUTUP


A. Kesimpulan
Berdasarkan Hasil Penelitian Dan Pengkajian Pada Waktu Membuat Karya Tulis Ilmiah Ini, Kami Berdua Sepakat Untuk Menarik Kesimpulan Bahwa Teh (Camellia Sinensis L.)  Adalah Tanaman Yang Mempunyai Banyak Manfaat Bagi Kesehatan, Diantaranya Sebagai Penenang Stress, Karena Teh Ini Mengandung Aroma Yang Khas Yang Dapat Menenangkan Stress Atau Ketika  Saraf-Saraf Kita  Sedang Tegang.
B. Saran
Dalam Dunia Modern Diharapkan Teh Mampu Menjadi Pilihan Alternative Di Bidang Kesehatan  Yang Berbahan Dasar Herbal, Selain Itu Dalam Dunia Industri  Melalui Tekhnologi Modern Dapat Dikembangkan Menjadi Suatu Inovasi Yang Mempunyai  Nilai Jual Yang Tinggi, Sehingga Di Masa Yang Akan Datang  Industri Teh  Mampu Mendongkrak Perekonomian Bangsa Kita.














DAFTAR PUSTAKA

-         M.Sultoni Arifin, Dr. dkk. 1992. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Teh. Pusat Penelitian Perkebunan Gambung. Bandung.
-         Rasjid Sukarja, Ir. 1983. Petunjuk Singkat Pengelolaan Kebun Teh. Badan Pelaksana Protek Perkebunan Teh Rakyat dan Swasta Nasional. Bandung.
-         Trubus No. 346. 1998. Kebun Teh Jepang di Garut.
-         Nusaindah, 2008. Teh Hijau dan Payudara
-         Journal of Cellular Biochemistry edisi Juli 2001
-         Kompas, Awan Sundiawan. 2008 Teh Hijau Penghancur Lemak Alamai
-         Kompas, 2010, Sejuta Manfaat Sehat Teh Hijau

35
 
 

0 komentar:

Poskan Komentar